TOFI kembali Menorehkan Prestasi di APhO ke-16, Hangzhou, China
11 May 2015 - 15:54, Srisetiowati Seiful

Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) sukses meraih 2 medali emas, 1 medali perak, 1 medali perunggu dan 3 Honorable Mention (HM) di Asian Physics Olympiad (APhO) ke-16 yang diselenggarakan di Hangzhou, China pada tanggal 3 – 11 Mei 2015. Ada 23 negara  dan 2 teritori yang berpartisipasi pada APhO tahun ini yaitu Afghanistan, Australia, Azerbaijan, Banglades, Kamboja, Cina, Taiwan, Hongkong, India, Indonesia, Israel, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Macao, Malaysia, Mongolia, Nepel, Rumania, Rusia, Saudi Arabia, Singapura, Sri Langka, Thailand, Turkmenistan dan Vietnam.

Peraih medali emas APhO dari tim Indonesia tahun ini adalah Kevin Limanta (SMAK IPH Surabaya) dan Hugo Herdianto (SMAK Penabur Gading Serpong). Peraih medali perak adalah Rhesa Edrick Tendean (SMAN 9 Binsus, Manado), peraih medali perunggu adalah Athaariq Ramadino (SMANU MH Thamrin, Jakarta) sedangkan tiga peraih Honorable Mention adalah Jason Kristiano (SMAK 5 Penabur Jakarta), Josephine Melia (SMAK 1 Penabur Jakarta) dan Alfred Datui (SMAK Penabur Gading Serpong). Tim ini dibina selama 6 bulan oleh Pusat Pembinaan Olimpiade Sains dan Matematika (PPOSM) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Surya di Tangerang, Banten. Pimpinan TOFI tahun ini adalah Hendra Kwee, Ph.D., Zainul Abidin, Ph.D., dan Dr. Herry Kwee, Ph.D.

APhO merupakan olimpiade fisika tingkat SMA tahunan untuk negara-negara di kawasan Asia dan Australia yang diprakarsai oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D. pada tahun 2000. Olimpiade ini sangat kompetitif dan bergengsi, sehingga beberapa negara di luar kawasan Asia juga ikut berkompetisi sebagai tim tamu (tahun ini tim dari Rusia dan Rumania berpartisipasi). Indonesia telah berprestasi sangat baik selama ini di APhO, dengan pencapaian sampai tahun ini adalah 29 medali emas, 21 perak, 33 perunggu dan 41 Honorable Mention (HM). Dengan pencapaian ini, Indonesia merupakan tim terbaik ketiga di APhO setelah China dan Taiwan.

Pada APhO tahun ini juga dilakukan pemilihan Presiden dan Sekretaris Umum APhO. Dalam International Board Meeting yang dihadiri oleh semua pimpinan delegasi, diputuskan Prof. Kwek Leong Chuan dari Singapura akan menjadi Presiden APhO untuk masa jabatan 2015 – 2020 mengantikan Prof. Ming-Juey Lin yang sudah menjabat sejak tahun 2010. Untuk posisi Sekretaris Umum, Hendra Kwee, Ph.D. dari Indonesia yang sudah memegang posisi Sekretaris Umum sejak tahun 2010 terpilih kembali untuk menjabat sampai tahun 2020.

Acara penutupan APhO 2015 akan dilaksanakan pada tanggal 10 mei 2015 di kampus Zhejiang University. Rombongan TOFI akan tiba kembali ke tanah air pada tanggal 11 Mei 2015 jam 19.50 WIB (***).

Recent News
Most Popular
Surya Institute
Surya Institute (SI) was founded in 2006 by Prof. Yohanes Surya, Ph.D. with the vision of transforming Indonesia through 30 thousand PhD's in science and technology, supported by the mission to reform Science and Math education in Indonesia. Our efforts are based on how to promote Science and Math learning to be fun, easy and enjoyable (our slogan being ‘Gampang, Asyik, dan Menyenangkan' or "GASING") and also making sure the learning process is meaningful for students, so that what the students learn will become life skills and prepare them to excel in the workforce.
Event