Pergi dan Jadikan Setiap Orang Terdidik
01 August 2017 - 09:58, Frans Ransus

Jumat 28 Juli 2017 adalah hari yang tak terlupakan bagi para winisuda 2017 STKIP Surya. Inilah momen bagi ke-224 winisuda untuk berterima kasih kepada almamater khususnya dosen dan staf yang telah mendidik mereka dengan tulus sekaligus menyatakan tekad dan komitmen membangun pendidikan di daerah asal.

Dalam sambutan bertema “Pergi dan Jadikan Semua Orang Terdidik”, Dr. Nancy Susianna, M.Pd., Ketua STKIP Surya, menggelorakan kembali visi-misi kampus untuk dihayati dan diperjuangkan oleh para lulusan dengan menjadi guru sekaligus pendidik terdepan dalam memajukan pendidian sains, matematika, dan TIK di daerah asal. Dia mengatakan, alumni akan selamanya menjadi bagian dari keluarga STKIP Surya dalam meraih tujuan kampus membangun bangsa.

Dalam acara pelepasan tersebut yang disponsori oleh donatur dari Singapura, Prof. Yohanes Surya, Ph.D., pendiri STKIP Surya, membagikan kisah inspiratif tentang guru. Dia mengatakan, dia bisa menjadi fisikawan karena guru fisika walaupun dalam tes bakat saat kecil potensi terbesarnya adalah dalam bidang musik. Perintis olimpiade sains Indonesia dan Asia ini mengatakan guru sangat menentukan perubahan hidup orang. Pujian kecil guru bahkan bisa melipatgandakan kemampuan siswa untuk bertumbuh melampaui yang bisa dibayangkan. Guru seperti itu akan terkenang abadi oleh muridnya. Oleh karena itu, tokoh fisika Indonesia tersebut mengharapkan lulusan STKIP Surya menjadi guru yang mampu mengangkat mental dan harga diri siswa setinggi-tingginya.

Mr. Ben, seorang praktisi handal bidang pengembangan manusia dari Singapura, membagikan pengalaman dan tips efektif menjadi guru yang hebat dan berdampak mengubahkan. Saat kecil, dia adalah anak yang tidak suka belajar dan cukup nakal. Yang mengubah dia menjadi siswa yang cerdas dan mengantarnya sampai keadaan sekarang adalah guru. Gurulah yang telah mengubah hidupnya. Tanpa guru, dia mungkin tidak pernah menjadi seorang ahli pengembangan manusia dan pengacara ternama.

Berdasarkan pengalamannya yang luas dalam mengembangkan manusia, Mr. Ben membagikan tiga hal sebagai bekal lulusan untuk menjadi guru yang mampu membawa perubahan bagi daerah asal.

Pertama adalah mimpi besar. Dia mengambil contoh Martin Luther King Jr. yang memimpikan bersatunya kulit putih dan kulit hitam di Amerika. Mimpi tersebut benar-benar menjadi kekuatan yang mengubah bangsa Amerika menjadi seperti sekarang, bahkan mendorong Amerika memilih presiden kulit hitam pertama yaitu Barack Obama. Dia melanjutkan, orang-orang yang memiliki ide “gila” adalah orang-orang yang mendongkrak perubahan besar dunia. Contoh lainnya adalah Steve Jobs. Mimpi besar Steve Jobs telah mengubah dunia ini secara mengagumkan. Oleh karena itu, dia berpesan kepada lulusan untuk memegang teguh mimpi besar dan mengarungi hidup dengan kekuatan mimpi tersebut.

Yang kedua adalah memulai dari hal kecil. Semua mimpi besar diawali dengan langkah-langkah kecil. Tekun dan setialah dengan setiap langkah kecil. Semua itu akan membawamu ke puncak mimpi besar karena langkah-langkah kecil adalah jembatan yang menghubungkanmu dengan mimpi yang berada nun jauh di masa depan. Singkatnya, mimpi besar selalu direalisasikan melalui langkah-langkah kecil.

Yang terakhir adalah menggali lebih dalam. Dia mencontohkan gedung pencakar langit. Semakin tinggi gedung dibangun, semakin dalam juga fondasinya, sebab fondasi yang dalam adalah kekuatan utama gedung yang menjulang tinggi ke angkasa. Contoh lain adalah bambu. Pohon bambu butuh tiga tahun menanamkan akarnya ke perut bumi. Setelah akar-akarnya menukik jauh ke dalam tanah, bambu akan mulai bertumbuh dengan cepat. Akar yang kuat adalah kekuatan bambu untuk bertumbuh tinggi. Oleh karena itu, dia berpesan kepada lulusan, investasikan waktu dan tenagamu untuk menggali lebih dalam. Belajarlah lebih dalam lagi, kuasai ilmunya. Kedalaman itu akan membuatmu menjadi guru yang hebat dan membawa perubahan besar. Itulah cara menjadi pahlawan yang akan melahirkan generasi yang lebih hebat bagi bangsamu.

 

====================================

 

Friday July 28, 2017 was a memorable day for the 2017 graduates of Surya College. It was a moment for the 224 graduates to thank the alma mater especially the lecturers and staff members for educating them with a strong dedication and altruism. It was also the time for them to declare their good will and commitment to develop education in their homelands.

In her speech entitled “Go and Make Everyone Educated”, Dr. Nancy Susianna, M.Pd., the chair of the college, reiterated the vision and mission of the college for the graduates to live up to and to realize by becoming qualified teachers, as well as educators in promoting sciences, math, and computer educations in their native lands. She said that the alumni will always be a part of the college family tree in striving for the college aims for the nation.

In the farewell which was sponsored fully by Singaporean donors, the founder of the college, Prof. Yohanes Surya, Ph.D. shared an inspiring story about the importance of teachers. He said that he becomes a professor in physics because of a physics teacher, even though an early talent test indicated that his biggest talent is in music. The pioneer of Indonesian and Asian science Olympiad added that teachers are very influential on the changes of students’ life. A small appreciation by a teacher can multiply the growth of students potential beyond what people may imagine of. Such teachers will be remembered forever by students. Thus, he hoped the graduates of the teachers college should be able to elevate the self-esteem of students.

Mr. Ben, a notable expert in human development from Singapore, shared a similar story and some effective tips for the graduates to be great teachers with moving impacts. When he was a kid, he did not like to study. He was a bit naughty. It was a teacher who has changed him to be a smart student and becomes what he is today. Without the teacher, he may never be a well-known lawyer and an expert in human development.

Based on his extensive experience in developing people, Mr. Ben shared three key-points for the graduates to be teachers with moving impacts on their homelands. The first is dreaming big. He took Martin Luther King Jr. as the example of how big dream triggers a big change. Luther’s dream was to unite white Americans with black Americans. It has resulted in what United States of America is today and has made America elect the first black president, Barack Obama. Another example is Steve Jobs. His big dream has changed the world significantly. Therefore, he hoped the graduates to hold on big dreams firmly and walk through life with its power.

The second is starting small. All big dreams start from small steps. Thus, be faithful to do small steps. The steps will bring you onto the top of your big dreams because the steps will bridge your ways to reach the distant dreams. In short, big dreams are always achieved through connected small steps.

The last key is building deep. He took skyscrapers as examples. The taller the skyscrapers are, the deeper their foundations should be because the foundations will be the strong roots for the high-rise buildings to soar high to the sky. Another example is bamboo. It takes three years for bamboos to grow deep their roots. After the period, bamboos will grow fast and strong. The strong roots are the power for the bamboos to grow tall and strong. Thus, he advised the graduates to invest time and energy to build deep. Learn deeper, master your discipline. The depth will empower the graduates to be great teachers with moving impacts. Those are the simple ways to be heroes who create better generations for the nation.

Recent News
Most Popular
Surya Institute
Surya Institute (SI) was founded in 2006 by Prof. Yohanes Surya, Ph.D. with the vision of transforming Indonesia through 30 thousand PhD's in science and technology, supported by the mission to reform Science and Math education in Indonesia. Our efforts are based on how to promote Science and Math learning to be fun, easy and enjoyable (our slogan being ‘Gampang, Asyik, dan Menyenangkan' or "GASING") and also making sure the learning process is meaningful for students, so that what the students learn will become life skills and prepare them to excel in the workforce.
Event