The 12th Asian Science Camp (ASC) Untuk Ke-2 kalinya Indonesia menjadi Tuan Rumah ASC, Menginspirasi ilmuwan Muda Asia
09 August 2018 - 11:24, SIPS

Setelah pembukaan yang dicanangkan oleh Gubernur Sulawesi Utara, Bapak Olly Dondokambey, SE, pada tanggal 4 Agustus 2018 yang lalu, sore ini (8 Agustus) Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw, akan menutup Asian Science Camp (ASC) ke-12 yang telah berlangsung selama enam hari di Hotel Sutan Raja Manado.

Untuk kedua kalinya Indonesia menjadi tuan rumah, setelah ASC yang ke-2 diselenggarakan di Bali pada tahun 2008.  Kali ini Surya Institute (yang menaungi Surya University dan STKIP Surya) menggandeng Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara sebagai mitra sehingga penyelenggaraannya dilaksanakan di Manado, dengan dukungan penuh dari Bapak Gubernur beserta seluruh jajarannya.

Pengumuman kesediaan menjadi tuan rumah ASC ke-12 dicanangkan bersama saat penutupan ASC ke-11 di Kampar, Malaysia, Agustus tahun lalu, oleh Prof. Yohanes Surya selaku Ketua Dewan Pembina Surya Institute, bersama perwakilan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.  Undangan yang dilayangkan ke berbagai negara/daerah Asia dan sekitarnya akhirnya dipenuhi oleh 24 delegasi yang membawa siswa maupun mahasiswa terbaik di bidang sains dari masing2 negara/daerahnya.  Jumlah peserta yang terdiri dari siswa/mahasiswa, pimpinan delegasi dan observer mencapai lebih dari 250 orang, dan datang dari Australia, Bangladesh, Cambodia, China, Chinese Taipei, Mesir, Georgia, Guam, India, Jepang, Kazakhstan, Malaysia, Myanmar, Nepal, Selandia Baru, Palestina, Filipina, Korea, Rusia, Sri Lanka, Thailand, Turki, Vietnam dan tuan rumah Indonesia.

Tujuan ASC adalah untuk memotivasi generasi muda Asia dan sekitarnya untuk mendalami sains dan beraspirasi menjadi ilmuwan kelas dunia, serta membangun jejaring diantara mereka.  Hal ini dilakukan melalui diskusi dan dialog dengan peraih Nobel serta ilmuwan kelas dunia, dalam bentuk sesi-sesi plenary, sesi-sesi paralel, diskusi panil, dialog dengan pembicara, serta kompetisi poster diantara para siswa/mahasiswa. 

ASC ke-12 ini berhasil mengundang 13 pembicara dalam dan luar negeri, termasuk satu peraih Nobel (Fisika 2015), Prof. Takaaki Kajita; penerima Albert Lasker Basic Medical Research Award di bidang Life Sciences, Prof. Ronald D. Vale, Ph.D. dari University of California San Francisco; penerima Albert Lasker Award dan Wiley Prize di bidang Biomedical Sciences, Prof. Dr. Michael P. Sheetz dari national University of Singapore (NUS); penerima Robert Dirk Prize di bidang Molecular programming, Dr. Ashwin Gopinath dari Massachusetts Institute of Technology (MIT); pendiri Biodesign Center for Mechanisms of Evolution di Arizona State University, Prof. Dr. Michael Lynch; cosmologist Prof. Jiun-Huei Proty Wu dari Nationa Taiwan University; Prof. Linda J. Kenney dari Mechanobiology Institute di NUS; serta Rizal F. Hariadi, Ph.D. dari Biomolecular Mechanics and Nanotechnology Laboratory (BIOMAN Lab) di Arizona State University.  Pembicara dari dalam negeri yang diundang adalah Prof. Mezak A. Ratag, APU yang ahli di bidang astronomy dan astrofisika serta menjabat Rektor Christian University of Indonesia; tiga wanita ilmuwan pemenang L’Oreal Women In Science Award yaitu Dr. Bidhari Pidhatika dari Center for Leather, Rubber and Plastics (CLRP) di bawah Kementerian Perindustrian; Dr. Fenny Dwivany dari Bali International Research Center for Banana; dan Dr. Sidrotun Naim, MPA dari Surya University dan juga sebagai staf ahli di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM); serta Dr. Teguh Triono dari Zoological Society of London (ZSL), Indonesia.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berhak mengirim delegasi siswa sejumlah 20% dari jumlah peserta.  Diantara 41 siswa dalam delegasi Indonesia, selain 20 siswa yang terpilih hasil seleksi nasional, ada 21 siswa yang dipilih oleh PemProv Sulawesi Utara sehingga diharapkan akan kelak memberikan kontribusi berarti dalam bidang sains bagi kemajuan bangsa dan bagi Sulawesi Utara khususnya.

Kegiatan yang berlangsung sejak 3 Agustus s/d 8 Agustus 2018 mengambil lokasi di Hotel Sutan Raja Manado, dan selain mendengarkan para pembicara, para peserta juga diajak mengunjungi Laboratorium di Politeknik Kesehatan (Poltekkes) yang bernaung di bawah Kementerian Kesehatan, serta tempat wisata di Pantai Paal.  Malam terakhir sebelum penutupan, acara sesi kuliah dan dialog hari itu ditutup dengan “Cultural Night” yang menampilkan pertunjukan dari masing2 delegasi, dengan berusaha memperkenalkan budaya negerinya masing2.  Delegasi Indonesia tampil dengan Tari Saman, serta Tari Sajojo, yang berhasil mengajak seluruh peserta untuk turut menari bersama siswa Indonesia di atas panggung maupun di tempat.

Salahsatu kegiatan yang menarik adalah Kompetisi Poster Sains diantara grup para peserta, yang mana setiap grup terdiri dari siswa gabungan berbagai negeri.  Topiknya diselaraskan dengan tema diskusi panil: “Mengintegrasikan Sains untuk Mengatasi Masalah Dunia”, dengan masalah yang perlu diatasi adalah sampah plastik di lautan yang terus bertambah dan telah mengancam kehidupan bahkan membunuh satwa lautan dan pesisir.

Malam ini penutupan akan sekaligus mengumumkan para pemenang Kompetisi Poster Sains, pemenang “Best Question Award” serta tuan rumah ASC ke-13 di tahun 2019 yaitu Cina.  Cina akan menggelar ASC ke-13 di kota Shantau tahun depan dengan harapan bisa mengundang peraih Nobel yang lebih banyak lagi. 

Recent News
Most Popular
Surya Institute
Surya Institute (SI) was founded in 2006 by Prof. Yohanes Surya, Ph.D. with the vision of transforming Indonesia through 30 thousand PhD's in science and technology, supported by the mission to reform Science and Math education in Indonesia. Our efforts are based on how to promote Science and Math learning to be fun, easy and enjoyable (our slogan being ‘Gampang, Asyik, dan Menyenangkan' or "GASING") and also making sure the learning process is meaningful for students, so that what the students learn will become life skills and prepare them to excel in the workforce.
Event