Indonesia Meraih 24 Medali di Ajang the ASMOPSS X (Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools X)
16 February 2021 - 17:36, SIPS

Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat siswa Indonesia untuk meraih 24 Medali di ajang the ASMOPSS X (Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools X)

(25/1) Asian Science & Mathematics Olympiad for Primary and Secondary Schools (ASMOPSS) merupakan  ajang olimpiade sains dan matematika yang diselenggarakan secara rutin setiap tahunnya. Namun dikarenakan berbagai pertimbangan dan kendala di tengah-tengah pandemi covid-19, maka pelaksanaan ASMOPSS X dilaksanakan secara online. Sebagai organizing committee dari ASMOPSS X adalah Surya Institute. ASMOPSS X digelar secara online mulai dari tanggal 16 sampai dengan 24 Januari 2021.

Peserta ASMOPSS X ini berasal dari lima negara di kawasan Asia yaitu Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Indonesia. Dengan jumlah peserta sebanyak 134 siswa/i tingkat Sekolah Dasar dan tingkat Sekolah Menengah Pertama, yang tergabung dalam 35 Tim.

Walaupun ajang AMOPSS X ini digelar secara online, namun rangkaian kegiatannya hampir sama seperti jika dilaksanakan secara offline. Pada tanggl 16 Januari 2021, peserta mengikuti Opening Ceremony dan Theoretical Round, lalu dilanjutkan pada tanggal 17 Januari 2021, peserta mengikuti Exploration Round. Pada babak eksplorasi ini, semua peserta menyelesaikan soal-soal eksplorasi dengan menggunakan alat dan bahan yang sudah mereka siapkan dirumah masing-masing dan juga meakukan simulasi eksperimen secara online. Dan pada tanggal 22-23 Januari 2021, para Team Leader dari masing-masing negara melakukan Moderasi dengan Tim Juri.

Keunikan kompetisi ASMOPSS X ini adalah bahwa selain berkompetisi secara individu sesuai bidang studi pilihan baik sains maupun matematika, kompetisi juga dilakukan antar tim (yang terdiri dari 4 siswa) yang terdiri dari eksplorasi sains dan matematika. Pada babak eksplorasi ini, masing-masing tim diharuskan menyelesaikan soal eksplorasi secara tim namun melakukan eksplorasi dengan alat dan bahan secara mandiri di rumah masing-masing, serta tetap harus berdiskusi dengan anggota timnya masing-masing secara online. Diskusi tim ini juga dibawah pengawasan dan penilaian para Juri dan Panitia. Sehingga konsep awal dari kekhasan dari kompetisi ASMOPSS tetap ada walaupun peserta mengikuti kompetisi ini secara online.

 “Awarding Ceremony” yang berlangsung pada 24 Januari 2021, merupakan salah satu kegiatan yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta. Pada malam inilah seluruh peraih medali Emas, Perak, dan Perunggu dalam kategori sains dan matematika diumumkan. Tidak hanya itu, tim peraih kategori Best Team, 1st Runner Up, dan  2nd Runner Up juga diumumkan pada malam penganugerahan ini. Sebelum Juri mengumumkan para peraih medali, ditampilkan pula rekaman video tampilan kebudayaan dari masing-masing negara peserta yang disaksikan oleh semua yang hadir saat itu secara online.

Suasana mulai menegangkan ketika Juri, Triwanto Simanjuntak, Ph.D dan Peter John, M.Si menyampaikan sambutannya masing-masing sekaligus mengumumkan peraih medali pada masing-masing bidang dan kategori tim lainnya. Pada ASMOPSS X ini, siswa-siswa pilihan perwakilan Indonesia dari berbagai daerah berhasil menorehkan prestasi yang membanggakan, dan bersaing ketat dengan peserta dari negara peserta lainnya. Berdasarkan penilaian yang diperoleh, dari total 68 Medali yang diputuskan untuk diberikan oleh para juri, sebanyak 24 Medali berhasil diraih oleh peserta dari Indonesia.

Pada bidang studi Sains kategori Primary, dua siswa berhasil meraih medali emas yaitu: Kaylee Ann Siswanto dari IPH School (Surabaya), dan Clayton Oliver Wibowo dari Xin Zhong School (Surabaya). Perwakilan Indonesia juga berhasil membawa pulang dua medali perak yang diraih oleh Rianson Noah Seputra    dari BPK Penabur Gading Serpong (Tangerang), dan Muhammad Fawwaz Arib dari SD Luqman Al Hakim (Surabaya). Tiga siswa perwakilan Indonesia berhasil menjadi peraih medali perunggu yaitu Athaya Kalyana Sri Pertiwi Ritonga dari Al Irsyad Satya Islamic School (Bandung), Putu Gavin Aghnanta Setiawan dari SD Bali Kiddy (Denpasar), Nadhila Althafunnisa Ariyanto dari SD Nasional KPS (Balikpapan).

Pada bidang studi sains kategori Secondary, dua siswa berhasil meraih medali emas yaitu: Fansen Candra Funata dari SMP Darmayudha (Pekanbaru), dan Calvin Shevchenko dari SMPK Angelus Custos 1 (Surabaya). Perwakilan Indonesia juga berhasil meraih dua medali perak yang diraih Azkyah Annisa Ramadhani dari MTSN 1 (Malang), dan Elbert Tristan Lie dari Sekolah Pelita Bangsa (Lampung). Dua siswa perwakilan Indonesia berhasil menjadi peraih medali perunggu yaitu Nathan Raphael Martua Nainggolan dari SMP Global Prestasi (Bekasi), dan Jack Howard Wijaya dari SMP Darmayudha (Pekanbaru.

Tidak hanya pada bidang sains, siswa Indonesia juga berhasil meraih prestasi yang luar biasa pada bidang matematika baik kategori Primary maupun  kategori Secondary.
Di bidang matematika kategori Primary satu siswa Indonesia berhasil meraih medali emas Daffa Atha Arkana dari SD Luqman Al Hakim (Surabaya). Satu siswa wakil Indonesia dalam bidang matematika kategori Primary juga berhasil meraih perak yaitu Kimberly Natanie Yohansyah dari SD Sunodia (Samarinda). Perwakilan Indonesia lainnya yaitu Warren Xing dari SD Karya Yosef (Pontianak), Yuriko Khang dari SD Nasional KPS (Balikpapan), dan Essenza Qurani Permata Qolby dari SDN 1 Cluring (Banyuwangi) berhasil meraih perunggu dalam bidang matematika kategori Primary.

Di bidang matematika kategori Secondary dua wakil Indonesia dalam bidang matematika kategori Secondary juga berhasil meraih emas yaitu Noriko Khang dari SMPK Angelus Custos (Surabaya), dan Yedija Nicholas Kurniawidi dari SMP Karangturi (Semarang). Tiga siswa wakil Indonesia dalam bidang matematika kategori Secondary juga berhasil meraih medali perak yaitu Rio Gavin Tanara dari SMP Katolik Santa Clara (Surabaya), Raymond Christopher Tanto dari SMP Kalam Kudus (Solo), dan Ben Robinson dari SMP Petra 1 (Surabaya). Perwakilan Indonesia lainnya berhasil meraih satu medali perunggu bidang matematika kategori Secondary yaitu Ferdinand Antollin Tanojo dari Sekolah Citra Kasih (Jakarta).

Selain penghargaan medali yang diberikan untuk peserta secara individual, penghargaan juga diberikan kepada setiap tim yang memenuhi kriteria penilaian Juri sebagai Best Team, 1st Runner Up, dan 2nd Runner Up. Penilaian pada kategori tim dilakukan berdasarkan skor yang diperoleh siswa pada tahap eksplorasi (exploration round). Tahun ini masih menjadi momen keemasan prestasi Indonesia, dikarenakan dari total delapan Tim yang mewakili Indonesia, tujuh Tim berhasil meraih penghargaan di kriteria Tim ini, baik untuk kategori Primary maupun kategori Secondary.

Satu penghargaan dari dua penghargaan Best Team pada kategori Primary berhasil di raih oleh Tim Indonesia Bunaken yang beranggotakan Clayton Oliver Wibowo dari  Xin Zhong School (Surabaya), Kaylee Ann Siswanto dari IPH Schools (Surabaya), Yuriko Khang dari SD Nasional KPS (Balikpapan), dan Bama Pangestu Alfareza dari Al Irsyad Satya Islamic School (Bandung). Dan penghargaan Best Team lainnya diraih Tim dari Filipina.

Kategori 1st Runner Up Team kategori Primary, dua penghargaan dari empat penghargaan yang diberikan berhasil diperoleh dua tim perwakilan Indonesia yaitu Tim Karimunjawa yang beranggotakan Nadhila Althafunnisa Ariyanto dari SD Nasional KPS (Balikpapan), Putu Gavin Aghnanta Setiawan dari SD Bali Kiddy (Denpasar), Warren Xing dari SD Karya Yosef (Pontianak), dan Essenza Qurani Permata Qolby dari SDN 1 Cluring (Banyuwangi). Dan Tim Kanawa yang beranggotakan Athaya Kalyana Sri Pertiwi Ritonga dari Al Irsyad Satya Islamic School (Bandung), Muhammad Fawwaz Arib dari SD Luqman Al Hakim (Surabaya), Jefferson Harrison Suryawan dari SDK Tunas Daud (Mataram), dan Nararya Danish Radithya Erlangga dari SD Yayasan Pendidikan Jayawijaya (Mimika). Dua penghargaan lainnya diraih oleh dua Tim dari Filipina.

Sementara Tim Indonesia Gili Trawangan yang beranggotakan Juan Howard Wijaya dari SD Darma Yudha (Pekanbaru), Rianson Noah Seputra dari BPK Penabur Gading Serpong (Tangerang), Kimberly Natanie Yohansyah dari SD Sunodia (Samarinda), dan Daffa Atha Arkana dari SD Luqman Al Hakim (Surabaya) berhasil memperoleh 2nd Runner Up Team. Selebihnya diraih oleh tim dari negara Thailand, Filipina, dan Vietnam.

Best Team pada kategori Secondry berhasil di raih oleh Tim Indonesia Nusa Penida yang beranggotakan Fansen Candra Funata dari SMP Darmayudha (Pekanbaru), Nathan Raphael Martua Nainggolan dari SMP Global Prestasi (Bekasi), Raymond Christopher Tanto dari SMP Kalam Kudus (Solo), dan Ben Robinson dari SMP Petra 1 (Surabaya).

Kategori 1st Runner Up Team kategori Secondry berhasil diraih oleh satu tim perwakilan Indonesia yaitu Tim Wakatobi yang beranggotakan Jack Howard Wijaya dari SMP Darmayudha (Pekanbaru), William Christian Gani dari SMPK 7 BPK Penabur (Jakarta), Noriko Khang dari SMPK Angelus Custos (Surabaya), dan Rio Gavin Tanara dari SMP Katolik Santa Clara (Surabaya). Dua penghargaan lainnya diraih oleh dua Tim dari Vietnam dan Thailand.

Kategori 2nd Runner Up Team berhasil diraih oleh Tim Raja Ampat yang beranggotakan Elbert Tristan Lie dari Sekolah Pelita Bangsa (Lampung), Azkyah Annisa Ramadhani dari MTSN 1 (Malang), Leonardo Valerian dari SMP Darmayudha (Pekanbaru), dan Ferdinand Antollin Tanojo dari Sekolah Citra Kasih (Jakarta). Dua penghargaan lainnya diraih oleh dua Tim dari Thailand dan Filipina.

Setelah semua kategori Penghargaan diumumkan, Munasprianto Ramli, Ph.D sebagai Presiden ASMOPSS mengumumkan bahwa Philippine telah berkenan menjadi tuan rumah ASMOPSS pada 2021 jika kondisi sudah membaik dan memungkinkan untuk berkumpul dan melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

Panitia Penyelenggara ASMOPSS X

 

Recent News
Most Popular
Surya Institute
Surya Institute (SI) was founded in 2006 by Prof. Yohanes Surya, Ph.D. with the vision of transforming Indonesia through 30 thousand PhD's in science and technology, supported by the mission to reform Science and Math education in Indonesia. Our efforts are based on how to promote Science and Math learning to be fun, easy and enjoyable (our slogan being ‘Gampang, Asyik, dan Menyenangkan' or "GASING") and also making sure the learning process is meaningful for students, so that what the students learn will become life skills and prepare them to excel in the workforce.
Event